TENTANG DT

buku despha dendi irawanDespha Terapy (DT) adalah sebuah tekhnik penyembuhan dengan doa dan cinta kasih yang luar biasa karena kita adalah manusia yang luar biasa. Kenapa Despha Therapy?

D-E-S-P-H-A

Sebuah tekhnik penyembuhan dimulai dengan Doa yang ikhlas dan tulus. Dari D, kita berhubungan pada A. Yaitu, doa yang kita panjatkan tentu ditujukan pada Allah SWT, karena Allah adalah sang Maha Penyembuh. Dialah yang menyembuhkan segala macam penyakit. Kemudian kita tinjau E, yaitu Emotional. Dengan berkembangnya zaman, ternyata banyak penyakit yang disebabkan oleh gangguan emosional. Sekitar 75 persen penyakit fisik disebabkan oleh kurang baiknya kondisi emosional. Karena itu, alangkah baiknya jika sebuah proses penyembuhan dimulai dari jiwa si pasien. Itulah sebabnya mengapa huruf E berkaitan dengan H, yaitu Healing atau penyembuhan. Artinya, metode penyembuhan yang digunakan adalah metode Emotional Healing. Setelah kita berdoa kepada Allah dan melakukan metode emotional healing, maka kita perlu meningkatkan S, yaitu Spiritual kita kepada Allah SWT. Spiritual di sini bukan hanya ibadah kepada Allah, tetapi kita juga perlu memperbaiki sikap kita kepada orang-orang di sekeliling kita dan juga alam semesta. Sering kali seseorang berpikir, meski sudah meningkatkan kualitas spiritual, tetapi mengapa belum juga sembuh dari penyakit? Meski sudah berdoa dan berusaha keras, mengapa belum juga sukses dan kaya? Jawabannya karena kita melupakan P, yaitu Pasrah. Tingkatkan kepasrahan dan keikhlasan kita pada Allah SWT, maka kita akan memperoleh apapun yang kita inginkan, seperti kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan. Jadi, D dan A adalah Doa kepada Allah. E dan H adalah Emotional Healing. Kemudian S dan P adalah meningkatkan kualitas Spiritual dan Pasrah kepada Yang Maha Penyembuh. Seperti itulah tekhnik penyembuhan yang dilakukan oleh DT.

Tekhnik penyembuhan ini sudah ada sejak tahun 2010, ditemukan oleh seorang terapis bernama Despha Dendi Irawan. Saat pertama kali mencoba teknik ini, Despha menyentuh pasiennya, lalu tiba-tiba saja si pasien langsung terjatuh. Singkatnya, untuk memasuki kondisi alpha dan tetha, DT tidak melalui proses induksi. Karena keunikan inilah, akhirnya guru-guru dan sahabat-sahabat Despha sesama terapis dan trainer menyebutnya Tekhnik Despha, atau yang kini lebih dikenal dengan Despha Therapy.

DT lebih memfokuskan proses penyembuhan pada kondisi alpha dan tetha, yaitu saat manusia memasuki alam bawah sadarnya. Hal ini dimaksudkan karena alam bawah sadar dapat menyembuhkan dirinya sendiri, bahkan efektivitasnya bisa sampai 65 persen. Menurut Despha, pasien dapat menyembuhkan dirinya sendiri jika ia berhubungan dengan Tuhan. Pada dasarnya, Despha hanya membimbing menuju proses tersebut.

Di tengah banyaknya tekhnik terapi yang berkembang di masyarakat, DT lahir untuk memberikan solusi dalam dunia terapi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tekhnik ini mengutamakan emotional healing. Jika di hati kita masih ada benci, marah, atau dendam, semua itu akan menghambat proses penyembuhan dan menghambat datangnya rezeki. Tekhnik ini tidak bertentangan dengan tekhnik terapi lainnya. Bahkan, kita bisa mengkombinasikan DT dengan tekhnik terapi lain. Despha berharap DT dapat menjadi solusi untuk membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dan lebih sehat. Yang terpenting bagi Despha adalah bahwa kita dapat bersatu untuk sebuah misi, yaitu penyembuhan untuk banyak orang.

DT dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan berbagai penyakit. Misalnya, penyakit jantung, depresi, fobia, dan lain-lain. Mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana DT dapat membantu proses penyembuhan semua penyakit tersebut. Caranya sangat sederhana. Terapis hanya menyentuh bagian kepala pasien serta bagian lain sesuai dengan keluhan pasien. Salah satunya adalah menyentuh bagian dada. Terapis akan menyentuh bagian yang tepat di hati pasien. Setiap penyakit yang muncul sebenarnya diakibatkan oleh kondisi kejiwaan seseorang. Menurut Despha, jika segumpal hati itu baik maka semua hal akan baik. Begitu pula sebaliknya. Despha percaya, bahwa jika ia membantu proses penyembuhan melalui hati dan jiwa terlebih dulu, maka setiap penyakit akan sembuh dengan sendirinya, karena setiap penyakit pada dasarnya disebabkan oleh pola hidup yang salah.

Untuk proses penyembuhan penyakit, diperlukan waktu yang berbeda-beda. Bisa hanya 10 menit atau sampai 1 jam tiap kali terapi. Hal ini tergantung dari jenis penyakit dan kondisi kejiwaan si pasien itu sendiri. Terkadang, ada juga pasien Despha yang sebenarnya hanya perlu diterapi selama beberapa menit, tapi justru meminta tambahan waktu terapi. Mungkin pasien tersebut menikmati proses penyembuhan yang berlangsung. Hal ini bukan masalah, karena tubuh kita sempurna dan bisa menyembuhkan dirinya sendiri.

DT sangat mudah dipelajari, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Yang penting , orang tersebut memiliki keinginan untuk belajar. Tidak ada hambatan untuk mempelajari DT. Berbagai kalangan telah mempelajari tekhnik penyembuhan yang unik ini, mulai dari pedagang, ibu rumah tangga, sampai pengusaha. Tidak perlu khawatir jika ingin mempelajari DT, karena DT dapat dipelajari dengan mudah, termasuk bagi orang-orang yang awam dalam dunia terapi. Namun jika kita telah menguasai tekhnik terapi lainnya, maka DT dapat menjadi pelengkap, karena dapat dikombinasikan dengan berbagai tekhnik terapi. Dalam mempelajari DT, dilakukan dengan 30 persen teori dan 70 persen praktik. Hanya dalam waktu satu atau dua hari, kita sudah dapat mempelajari dan memahami DT, sehingga dapat segera dipraktikan.

Despha mengaku senang dengan respon yang ia terima tentang DT. Mulai dari terapis, trainer, sampai dokter pun pernah mempelajari tekhnik ini. Mereka menggabungkan DT dengan tekhnik-tekhnik penyembuhan yang telah mereka pelajari sebelumnya. Despha memiliki harapan sederhana tentang DT di masa mendatang. Ia ingin agar setiap orang dapat mempelajari dan menggunakan tekhnik DT agar memberikan kemudahan dalam mengatasi penyakit yang dialami oleh orang-orang di sekeliling kita. Despha menyatakan bahwa dirinya akan sangat berbahagia jika DT dapat dikenal luas di Indonesia maupun mancanegara, karena hal itu berarti DT bermanfaat bagi banyak orang.

***